Jumat, 29 November 2019




                          E-BOOK


PENGERTIAN BUKU DIGITAL
Buku digital atau e-book adalah bentuk digital dari buku cetak yang berisikan informasi digital yang dapat berisi teks, gambar, audio, video, yang dapat dibaca di komputer, laptop, tablet, atau smartphone.

FUNGSI DAN TUJUAN BUKU DIGITAL
·        FUNGSI :
1.      Sebagai salah satu alternatif media belajar.
2.      Sebagai media berbagi informasi.
·         TUJUAN PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL :
1.      Memberikan kesempatan bagi pembuat konten untuk lebih mudah berbagi informasi, dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.
2.      Melindungi informasi yang disampaikan dari masalah seperti rusak, basah, maupun hilang.
3.      Mempermudah proses memahami materi ajar.

·         JENIS FORMAT BUKU DIGITAL
1.      AZW (Amazon World) Sebuah format proprietary Amazon, yang menyerupai format MOBI kadang-kadang dengan dan kadang-kadang tanpa menyertakan Digital Rights Management (DRM). DRM pada format ini dikhususkan untuk Kindle Amazon.
2.      EPUB (Electronic Publication) Format terbuka didefinisikan oleh Forum Open digital book dari International Digital Publishing Forum (idpf). EPUB mengacu kepada standar XHTML dan XML.
3.      KF8 (Format Kindle Fire dari Amazon) Hal ini pada dasarnya sama dengan prinsip ePub yang disusun dalam pembungkus Palm File Database (PDB) dengan Digital Right Management (DRM) milik Amazon .
4.      MOBI (Format MobiPocket) ditampilkan menggunakan perangkat lunak membaca sendiri. MobiPocket tersedia pada hampir semua PDA dan Smartphone. Aplikasi Mobipocket pada PC Windows dapat mengkonversi Chm, doc, Html, OCF, Pdf, Rtf, dan Txt file ke format ini.
5.      PDB (Palm File Database) Dapat menyertakan beberapa format buku digital yang berbeda, yang ditujukan untuk perangkat berbasiskan sistem operasi Palm. Pada umumnya digunakan untuk buku digital berformat PalmDOC (AportisDoc) dan format eReader juga.
6.      PDF (Portable Document Format) diciptakan oleh Adobe untuk produk Acrobat mereka. Format ini secara tidak langsung merupakan format yang digunakan untuk pertukaran dokumen.
7.      PRC (Palm Resource File) Sering menyertakan alat baca Mobipocket tetapi kadang-kadang menyertakan eReader atau alat baca AportisDoc.
8.      HTML (Hyper Text Markup Language) tulang punggung dari World Wide Web. Banyak teks yang didistribusikan dalam format ini.
9.      CHM (Compressed HTML) sering digunakan untuk file bantuan Windows. Hal ini telah menjadi sangat populer untuk distribusi teks dan bahan pendukung lainnya melalui Web.
10.  XHTML versi khusus dari HTML dirancang agar sesuai dengan aturan konstruksi XML. Ini adalah format standar untuk data epub.   (versi khusus dari HTML) sering digunakan untuk file bantuan Windows. Hal ini telah menjadi sangat populer untuk distribusi teks dan bahan pendukung lainnya melalui Web.
11.  XML tujuan umum markup language untuk pertukaran data. Dalam konteks digital book umumnya terbatas pada XHTML dan RSS feed meskipun beberapa format lain yang telah ditetapkan.

·         PEMILIHAN FORMAT BUKU DIGITAL
Pertimbangan pemilihan format buku digital book mengacu pada berbagai hal berikut
1.      Memanfaatkan ketersediaan perangkat
2.      Ukuran tampilan aplikasi alat baca buku digital
3.      Format yang didukung secara luas

Electronic publication (ePub) merupakan salah satu format buku digital yang disepakati oleh International Digital Publishing Forum (IDPF) pada Oktober 2011. ePub menggantikan peran Open eBook sebagai format buku terbuka. Epub terdiri atas file multimedia, html5, css, xhtml, xml yang dikemas dalam satu file. Sebagai format yang tidak mengacu kepada salah satu pengembang tertentu, ePub dapat dibaca di berbagai perangkat, seperti: komputer (AZARDI, Calibre, plugin firefox, plugin google chrome), Android (FBReader, Ideal Reader), iOS (ireader), Kobo eReader, Blackberry playbook, Barnes and Noble Nook, Sony Reader, dan berbagai perangkat lainnya. Format ePub mendukung penyesuaian tampilan teks sesuai dengan ukuran layar kecil untuk perangkat tertentu. Pada format EPUB 3.0 sudah dimungkinkan menyertakan fitur audio maupun video serta animasi ke dalam buku digital. Berbagai kelebihan yang ditawarkan telah menjadikan ePub sebagai salah satu format buku digital yang paling banyak digunakan. Fitur-fiturnya antara lain :
a)      Format terbuka dan gratis
b)      Berbagai alat baca ePub yang telah tersedia di pelbagai perangkat
c)      Berbagai perangkat lunak pembuat ePub telah tersedia
d)      Dukungan (support) untuk video dan audio
e)      Reflowable (word wrap), dan pengaturan ukuran teks
f)       Dukungan untuk Digital Rights Management (DRM), dan
g)      Styling Cascading Style Sheet (CSS).

·         APLIKASI PEMFORMATAN BUKU DIGITAL
Aplikasi yang digunakan untuk menyusun buku digital dengan format ePub adalah

1.      Aplikasi pengolah kata yaitu Libre Office atau MS Office
2.      Aplikasi pengolah gambar yaitu GIMP atau Adobe Photoshop
3.      Aplikasi audio editor yaitu Audacity/format factory
4.      Aplikasi video editor yaitu Avidemux/format factory
5.      Aplikasi ePub editor yaitu Sigil.

·         APLIKASI ALAT BACA BUKU DIGITAL
Format ePub membutuhkan aplikasi alat baca. Daftar aplikasi alat baca buku digital dapat diurutkan berdasarkan platform dan sistem operasinya. Platform tersebut seperti komputer, laptop, tablet, dan smartphone.
a.      Komputer/laptop Pada komputer maupun laptop, aplikasi yang digunakan dikategorikan berdasarkan sistem operasi:
1.      Microsoft Windows dapat menggunakan perangkat lunak seperti Calibre eBook Viewer, Azardi
2.      Apple MacOs dapat menggunakan perangkat lunak seperti iBooks, Calibre eBook Viewer, dan Azardi
3.      Linux dapat menggunakan perangkat lunak Okular, Calibre eBook Viewer ,dan Azardi
 b.      Tablet dan Smartphone Pada Tablet dan Smartphone, aplikasi yang digunakan dikategorikan berdasarkan sistem operasi
1.    Apple iOS dapat menggunakan perangkat lunak iBooks
2. Google Android dapat menggunakan perangkat lunak Moon+Reader, Ideal reader, Aldiko, dan FBReader
3. Blackberry OS dapat menggunakan perangkat lunak EPub reader yang bisa diunduh di Blackberry.

c.       Telepon Seluler
Pada telepon seluler dan feature phone tersedia aplikasi Albitreader. Idealnya, sebuah format ePub rata-rata berjalan stabil dan banyak digunakan pada perangkat alat baca Tablet dibandingkan dengan perangkat alat baca lainnya.

 

secara sederhana kita membuat buku digital dari woed ke - pdf
Cara membuat buku digital atau elektronik atau yang sering dikenal dengan istilah e-book mulai dikerjakan oleh akademisi, penulis, dan penerbit buku. Di sisi lain, buku teks dalam bentuk yang nyata (fisik) juga bukan berarti ditinggalkan begitu saja. Banyak penulis yang sebenarnya menerbitkan buku ke penerbit buku dalam dua bentuk, yaitu elektronik dan fisik.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jangkauan dari buku yang nyata (fisik) apabila tidak dapat terdistribusikan dalam skala yang jauh. Kondisi ini juga tidak dapat dilepaskan dari buku elektronik dimana semua orang bisa mengakses buku tersebut melalui fasilitas internet.
Dengan begitu, masyarakat tidak perlu mencari buku teks tersebut di toko buku karena bisa dicari melalui internet. Kemudahan inilah yang kemudian banyak mendorong penulis untuk menerbitkan bukunya dalam bentuk elektronik.
Selain kemudahan akses yang didapatkan oleh penulis ataupun pembaca, e-book juga memiliki kelebihan lain yaitu sifatnya yang lebih praktis dan modern. Praktis dalam artian bahwa buku teks tersebut dapat dibawa oleh masyarakat di manapun mereka berada tanpa membawa barang-barang yang berat.

 

     KEWARGANEGARAAN DIGITAL

A.  Kewargaan Digital
Kewargaan Digital adalah konsep yang dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan mengenai penggunaan teknologi dunia maya dengan baik dan benar. Atau juga dapat didefinisikan sebagai norma perilaku yang tepat dan bertanggung jawab atas penggunaan teknologi. Implikasi penggunaan teknologi dunia maya yang baik dan benar:
  •          Pemilihan kata yang tepat saat berkomunikasi,
  •          Tidak menyinggung pihak lain,
  •          Tidak memberikan informasi rahasia.

B.   Konsep Kewargaan Digital
Konsep Kewargaan digital adalah konsep yang dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan mengenai penggunaan teknologi dunia maya dengan baik dan benar. Penggunaan teknologi dunia maya dengan baik dan benar memiliki banyak implikasi, pemilihan kata yang berkomunikasi, tidak menyinggung pihak lain dalam update status, tidak memberikan informasi penting kepada publik, tidak membuka tautan yang mencurigakan, dan lainnya.

C.   Komponen Kewargaan Digital
Komponen kewargaan digital dibagi menjadi 3 bagian dan dibagi lagi menjadi sub bagian. Tiap-tiap bagian dibagi menjadi 3 sub bagian.

1.       Lingkungan belajar

1.  Akses digital, setiap orang punya hak untuk memakai fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi, tapi tidak setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan teknologi.
2. Komunikasi digital, setiap warga diharapkan mengetahui jenis-jenis komunikasi dan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing.
3.      Literasi digital, proses belajar mengajar mengenai teknologi dan pemanfaatan teknologi yang ada.
2.       Lingkungan sekolah

1.   Hak digital, setiap warga mempunyai hak privasi, kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat. Juga mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap warga digital, yaitu membantu pemanfaatan teknologi dan mengikuti aturan yang berlaku.
2.      Etiket digital, dibuat dengan tujuan untuk menjaga perasaan dan kenyamanan pengguna lain.
3.   Keamanan digital, setiap warga supaya dapat menjaga dan berhati-hati dalam penyimpanan informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
3.       Kehidupan di luar lingkungan sekolah

1.     Hukum digital, mengatur etiket penggunaan teknologi dalam masyarakat.
2.  Transaksi digital, setiap penjual dan pembeli secara online harus mengetahu kelebihan dan resiko transaksi secara online.
3.     Kesehatan digital, ada beberapa hal yang bisa mengancam kesehatan setiap warga digital (baik fisik maupun mental) di balik manfaat teknologi.

D.  Manfaat Mempelajari Kewargaan Digital
1.        Memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan TI.
2.       Mengekspresikan sebuah ide/gagasan karakteristik, pribadi, ide maupun tujuan yang tertuang di dunia maya. Tapi, sifat dunia maya yang tidak mempertemukan individu-individu tersebut maka secara tidak langsung mendorong makin menipisnya bahkan hilangnya norma-norma sopan santun, rasa tanggung jawab, dan etika saat berkomunikasi. Untuk mengantisipasi hal itu maka diperlukanlah Kewargaan Digital. 

E. T.H.I.N.K.

T.H.I.N.K. Merupakan tata krama untuk menjadi Kewargaan Digital yang baik dan benar, kita telah menyadari pentingnya kewargaan digital. Tata Krama Komunikasi sinkron juga berkesenambungan denagn menggunakan konsep “T.H.I.N.K.” sebelum kita berkomunikasi di dunia digital, baik itu e-mail, post facebook, twitter, blog, forum, dan lain-lain. T.H.I.N.K. merupakan akronim dari:

- Is it True (Benarkah)?
Benarkah posting Anda? Atau hanya isu yang tidak jelas sumbernya?
- Is it Hurtful (Menyakitkankah)?
Apakah post anda akan menyakiti perasaan orang lain?
- Is it illegal (Ilegalkah)?
Ilegalkah post Anda?
- Is it Necessary (Pentingkah)?
Pentingkah post Anda? Post yang tidak penting akan mengganggu orang lain.
- Is it Kind (Santunkah)?
Santunkah post Anda?, tidak menggunakan kata-kata yang dapat menyinggung orang lain?

F.   Contoh Pelanggaran Etiket disebuah forum.
·         Menyela pembicaraan moderator atau orang yang sedang menjelaskan.
·         Mengalihkan pembahasan jauh dari materi yang sedang di bahas.
·         Menunjuk,Membentak,dan menghina statement oranglain.
·         Menggunakan bahasa yang tidak baku.
·         Memuat konten yang dilarang seperti (promosi,pornografi,dan Judi).·         Menghilang dan menunjukkan tanda-tanda tidak kembali sebelum Forum ditutup.

G.   Manfaat Kewargaan Digital

1.      Memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan TI.
2.      Mengekspresikan sebuah ide/gagasan karakteristik, pribadi, ide maupun tujuan yang tertuang di dunia maya.

H.   Fungsi kewarganegaraan digital


Pertama, Saat ini masyarakat muda berada pada sebuah budaya digital yang baru yang mana peraturan dan norma sosial terkadang belum jelas. Mereka harus belajar tentang kewarganegaraan digital dan mengembangkan sebuah rasa kepemilikan dan tanggung jawab personal untuk menciptakan kebaikan, keputusan etis dalam dunia jaringan. kedua, Dunia jaringan memberikan kesempatan yang besar kepada masyarakat muda, tetapi bukan tanpa resiko. Kita dapat mengurangi beberpa resiko terbut dengan menolong masyarakat muda mengembangkan sebuah rasa kewarganegaraan digital. Ketiga, daripada menyandarkan hanya pada tindakan protektif, sebuah pendekatan untuk keamanan dalam jaringan bahwa termasuk kewarganegaraan digital dapat menolong masyarakat muda interkasi yang aman dalam dunia jaringan. Mengajari mereka tentang literasi digital dan etika digital serta tata cara hal ini tidak hanya sebuah pilihan melulu, tetapi tidak bisa tidak. Teknologi Modern bukan hanya mengubah cara hidup individu, bekerja dan berhubungan dengan individu yang lain mapun dengan lingkungan: pengaruhnya secara dramatis mengubah geopolitik, fungsi ekonomi dunia dan sistem ekologi global . Kemajuan Teknologi Informasi telah memberikan tata dunia baru, dari negara-negara dunia, dengan perdagangan bebas produk-produk teknologi yang sebenarnya bukan kebutuhan utama telah merasuki kehidupan warga negara sehingga dapat menciptakan warga negara yang tidak cerdas dalam bereknomi, hedonisme dan konsumtif.Warga negara yang seperti ini tidak mungkin akan mampu untuk menjadi penerus cita-cita luhur bangsa karena akan menjadikan bangsa Indonesia, bangsa yang konsumtifjauh dari produktifitas.  Setiap bangsa harus dapat memanfaat dan mengoptimalkan warga negara dalam dunia digital agar mampu berkontribusi dalam masyarakat global. Olehh karena itu Pemanfaatan dunia digital sangat menguntungkan bagi suatu bangsa. Sehingga Suatu bangsa harus pandai memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya saingnya di anatara bangsa-bangsa lain.Oleh karena itu negara jangan ragu untuk memasukiberinvestasi untuk pembangunan sarana dan prasana dalam bidang TIK untuk meingkatkan daya saing bangsa dan mendidik bangsa.

I.       Kelebihan dan Kekurangan Teknologi Digital

1.  Kelebihan

·     Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah, keandalan (reliability) yang lebih baik, pemakaian ruang yang lebih kecil, serta konsumen daya yang rendah.
·           Alat-alat pada teknologi digital lebih stabil, praktis, dan memiliki daya tahan yang lama dalam pemakaiannya. Hal seperti itu menyebabkan biaya pemeliharaan menjadi lebih sedikit.
·     Teknologi integrated circuit ( IC ) atau yang lebih dikenal dengan sebutan chips membuat penggunaan teknologi digital lebih praktis karena ukurannya yang kecil.
·           Teknologi digital membuat kualitas komunikasi tidak tergantung pada jarak.
·           Serangkaian repeater station ( stasiun pengulang ) akan melindungi dan memperkuat sinyal sepanjang jalur perjalanan transmisi sehingga pada saat informasi dipancarkan dalam bentuk sinyal digital, walaupun menempuh jarak yang cukup jauh keutuhan data akan tetap terjaga. Gangguan berupa cuaca buruk dan noise tidak akan memengaruhi transmisi sinyal digital. Hal tersebut terjadi karena, pada stasiun pengulangan sinyal digital akan mengalami regenerasi. Sinyal-sinyal yang rusak akan digantikan oleh sinyal baru.
·           Teknologi digital lebih toleran terhadap suara bising ( noise ).
·           Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin berkembang.
·           Teknologi digital memungkinkan pengenalan layanan-layanan baru.
·           Teknologi digital menyediakan kapasitas transmisi yang besar.
·         Teknologi digital menawarkan fleksibilitas.
·           Integrated Service Digital Network ( ISDN ) dalam teknologi digital dapat menghantarkan berbagai informasi dalam sebuah jaringan tunggal. Semua data tersebut dapat diakses dan dipindahkan dengan mudah melalui alat tertentu. Contohnya adalah kabel data danflashdisk.

2.    Kekurangan

·     Kesalahan pada saat digitalisasi akan menyebabkan konsep informasi yang asli tidak dapat terpresentasikan dengan baik saat digitalisasi. Misalnya warna, jika suatu warna belum terdapat dalam sistem penyimpanan teknologi digital, maka akan dicari padanan warna yang paling dekat dan paling mirip dengan warna tersebut. Hal tersebut menyebabkan warna yang akan tertampil setelah digitalisasi menjadi kurang akurat dan tidak mewakili warna aslinya.
·           Dominasi dunia oleh teknologi analog. Banyak bentuk informasi kamunikasi yang menggunakan sistem analog, perangkatnya pun menggunakan perangkat analog. Sehingga untuk menikmati layanan teknologi digital kita harus menggunakan analog-digital converter ( ADC ) dan digital-analog converter ( DCA ).
·           Biaya yang tidak sedikit untuk digunakan dalam melakukan penggantian alat komunikasi seperti telepon, televisi, dan radio dari yang sebelumnya berbasis teknologi analog menjadi teknologi digital.